Saturday, April 14, 2012

Breath Taking, Chapter 10 (A Fan Fiction Of The Hunger Games; Mocking Jay) Written by Stella M.N (@INDHungerGames)

Aku menahan napas lebih lama. Sangat lama. Aku berharap dengan cara ini aku dapat mati. Air mata langsung mengucur deras. Aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal kepada Lavender, Peeta, Haymitch, Effie, ibuku, Prim dan teman-temanku di Distrik 13. Tapi ini adalah satu-satunya cara. Ini adalah akhir dari segala-galanya. Aku lebih baik mati. Lavendeer, Peeta. Aku mencintai kalian. Dalam sekejap aku langsung melihat cahaya. Terima kasih untuk segala-galanya. Maafkan aku, aku tidak dapat menjadi ibu, istri, anak, kakak dan sahabat terbaik kalian.

***

Aku sudah disurga ternyata. Segalanya putih. Bersih. Aku tidak dapat merasakan kesakitan lagi. Aku melihat ayahku! Aku tersenyum melihat dirinya. Aku sangat amat merindukannya. Aku langsung berlari menghampirinya dan memeluknya. Aku memeluknya dengan erat. "Dad. Aku merindukanmu." kataku dengan air mata yang mengucur ke pipiku. "Katniss." kata ayahku. Suara yang aku rindukan sejak aku berumur 11 tahun. Suara yang sangat disukai burung-burung Mocking Jay. Aku juga melihat Rue dan aku langsung memeluknya. Tetapi Rue terlihat sedih. Begitu pula ayahku. Mungkin bagi mereka bahwa aku sangat konyol. Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk mati. Aku juga melihat seluruh peserta Tribute dalam Hunger Games yang aku kenal. Clove dari Distrik 2 yang hampir membunuhku sewaktu di Arena, tiba-tiba datang menghampiriku. "Maafkan aku Katniss. Aku hampir membunuhmu." kata Clove dengan wajah sedih. Clove pun langsung memelukku dan aku balas pelukannya. "Tapi kau belum mati Katniss. Kau hanya tertidur." kata Clove. Cato dari Distrik 2 juga menghampiriku. "Katniss. Lebih baik kau bangun sekarang. Kau tidak pantas mati Katniss. Belum saatnya. Tugasmu di dunia masih ada. Kau harus menghancurkan Capitol sekali lagi." katanya dengan suara yang amat halus sambil menepuk-nepuk pundakku. Ternyata aku hanya tertidur. "Tapi aku tidak mau hidup lagi apabila pikiranku sudah dibajak oleh Capitol." kataku dengan nada sedih. Ayahku, Rue, Clove, Cato, Fox Face, Thresh, Finnick, Boggs pun yang hadir langsung mengangguk untuk meyakinkan bahwa aku bisa. "Kau bisa melawan Katniss. Kami percaya itu." kata Boggs. Boggs sahabat lamaku. Pelindungku selama aku menjalankan misi untuk memberontak. Aku langsung memeluk Boggs. Air mata makin mengucur dengan derasnya. Aku sudah bahagia disini. Semuanya begitu indah. "Kau beruntung Katniss masih diberikan kesempatan untuk hidup. Pakailah waktu itu untuk melawan Capitol sekali lagi." kata Finnick. Aku pun juga langsung memeluk Finnick. "Tapi bagaimana caranya? Aku tidak kuat menjadi seperti Gale atau Peeta yang dulu. Capitol membuat mereka menjadi jahat kepada orang-orang yang disayanginya. "Lakukanlah itu untuk kami Katniss." kata ayahku. "Katniss! Bangunlah! Ayo kau bisa!" kata Thresh dari Distrik 11 yang telah menyelamatkanku dari Clove. "Aku sudah bahagia disini. Lihat! Aku bertemu dengan kalian lagi!" kataku dengan nada sedih. "Kau lebih bahagia dibawah sana Katniss. Lihat anakmu yang sudah dewasa dan Lover Boy." kata Clove sambil tertawa kecil saat dia mengucapkan nama Peeta dengan sebutan Lover Boy. "Semoga keberuntungan berpihak padamu Katniss. Kami mencintaimu." kata ayahku. Mereka semua melakukan salam 3 jari untukku. Aku membalasnya. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Tapi, tiba-tiba saja aku terbangun lagi. Aku masih hidup.



Bersambung......

*COPY PASTE? PASTIKAN KALIAN MENGKREDIT DAN MENULISKAN PENCIPTANYA!*

No comments:

Post a Comment