Friday, April 27, 2012

SALAM TERAKHIR (Clato Short Fan Fiction)


Aku mendengar teriakan Clove. "CATO!!!!". Ada yang tidak beres dengan dirinya. Kakiku langsung berlari secepat kilat ke sumber suaranya. Suaranya sudah hilang dan teriakan itu sudah tak terdengar lagi. Clove belum mati. Dia tidak boleh mati. Kakiku menambah kecepatan. Pada akhirnya aku sampai. Aku melihat dirinya yang kecil tergeletak ditanah. Darah membasahi kepalanya. Aku langsung menjatuhkan pedangku. Berjalan saja tidak kuat. Aku langsung bertekuk lutut didekat dirinya. Air mata ini langsung menetes. Aku memegang tangannya. "CLOVE! CLOVE! CLOVE KITA BERDUA DAPAT PULANG KERUMAH! JANGAN TINGGALKAN AKU! AKU TIDAK DAPAT MENANG TANPA DIRIMU! CLOVE!!!!!!!!!" kataku sambil terisak-isak. Aku langsung berubah menjadi seorang yang rapuh. Aku tidak peduli apabila sponsorku lansung mencabut perjanjian sponsor kepadaku. Aku hanya ingin Panem tahu bahwa aku juga memiliki perasaan dan rasa takut atas semua ini. Aku tidak peduli. Dalam sekejap aku kembali kenyataan bahwa dirinya sudah tiada. Dimana aku sudah terlambat untuk menyelamatkannya. Ini semua salahku. Salahku. Aku merenungkan diriku didekatnya. Hatiku seperti ditusuk-tusuk. Dia adalah sahabat terbaikku sejak kecil. Saat aku memegang tangannya, aku dapat merasakan terdapat kertas putih lecek yang ternodai darahnya. Aku melihat dibagian atasnya tertulis namaku. Aku langsung membacanya. "Cato tersayang. Aku menulis ini karena aku yakin aku akan mati sesegera mungkin. Maafkan aku telah mengecewakanmu. Pasti saat kau membaca ini aku sudah mati. Aku hanya ingin Katniss Everdeen, gadis dari 12 selamat. Maafkan aku, aku terpaksa menghianatimu karena aku telah mendukung dirinya. Tapi ternyata aku menyadari bahwa aku sebenarnya sudah muak dengan Capitol. Aku juga memiliki perasaan, Cato. Aku tahu bahwa kita memang diwajibkan menang. Kita memang diberikan harapan untuk pulang kerumah. Aku sangat bersyukur bila kau pulang dengan selamat. Tetapi sekali lagi maafkan aku, karena aku telah mendukung Katniss. Karena aku yakin sejak awal bahwa Katniss akan memberontak pada Capitol. Maafkan aku telah mengecewakanmu. Aku sudah muak dengan Capitol menghancurkan persahabatan kita sejak awal. Membawa kita berdua untuk saling membunuh ke tempat ini. Kita memang haus darah dan kejam tapi bukan berarti aku ini tidak berperasaan. Aku bukan bermaksud untuk membuatmu tewas, aku hanya ingin Capitol tidak dapat merenggut kita lagi pada Quarter Quell ke 3 nanti dimana para pemenang harus masuk ke dalam maut lagi. Untuk kesekian kalinya terima kasih atas segala-galanya. Aku selalu memohon agar kau selamat dan menang serta mendapatkan hidup yang lebih bahagia daripada sebelumnya. Semoga kita bertemu lagi, Cato! Aku menyayangimu. Dari sahabat sekaligus partnermu, Clove." Wajahku langsung basah karena surat ini. Ini adalah hadiah terakhir yang diberikan Clove untukku. Kita memang sehati. Aku juga sudah muak dengan Capitol. Tetapi aku salah karena melampiaskan kemarahanku kepada para peserta lain dan itu memang tugas kami. "Clove. Terima kasih atas suratmu. Terima kasih atas segala-galanya. Terima kasih kau masih peduli kepadaku dimana kau sangat amat takut melihatku berada didalam arena sekali lagi. Aku akan bertemu lagi denganmu dan kita berdua dapat memiliki hidup yang lebih baik diatas sana." kataku sambil berbicara didalam hati sambil menatap ke langit, tempat yang indah untuk Clove. Clove benar. Bahwa ini satu-satunya cara untuk membawa Katniss kepada kemenangan dan memimpin pemberontakan. Aku langsung bergegas. Hanya Katniss, Peeta dan aku yang tersisa. Sabar yah Clove, aku akan segera menemuimu. Beberapa Mutt-mutt sudah mengoyak-ngoyakan diriku. Wajahku sudah robek namun aku harus berbicara kepada Katniss dan Peeta. Aku menguatkan diri untuk melawan mutt-mutt. Aku pun akhirnya berhasil lolos dan berlari serta memanjat Curnocopia. Katniss dan Peeta berlari kearah Curnocopia. Aku terpaksa harus melawan mereka terlebih dahulu. Agar aku tidak terlihat terlalu rapuh atau mempermalukan distrikku. Setelah aku mengunci kepala Peeta dileherku aku langsung berteriak kepada Katniss, "Katniss. Aku ingin mati. Aku akan segera melepaskan Peeta asal kau memberikan diriku beberapa detik untuk berbicara.". Katniss terlihat ragu namun panah ditangannya terlihat lebih rileks. "Tolong hancurkan Capitol. Aku yakin bahwa dirimu memiliki niat dan tekat untuk melawan Capitol lebih besar daripada aku dan Clove. Asal kau tahu, bahwa kami berdua mendukungmu. Hancurkanlah Capitol untuk kami berdua dan segenap rakyat Panem yang tersiksa." kataku. Aku mengendorkan cengkraman tanganku terhadap leher Peeta. Katniss terlihat syok. Namun aku mengangguk untuk mengiyakan. "Satu lagi. Tolong bunuh aku dengan pisau ini." kataku kepada dirinya dan langsung melepaskan Peeta dan aku segera mengambil pisau yang adalah milik Clove. Aku tersenyum memikirkan bahwa aku akan menemui Clove lagi. Aku mungkin terlihat tidak takut terhadap kematian, dan itu tidak benar. Namun karena Clove sudah menungguku diatas sana, aku menjadi tidak takut. Katniss masih ragu-ragu untuk mengambil pisau Clove. Aku langsung menunjuk jantungku agar Katniss langsung membuatku mati seketika. Aku terbaring diatas Curnocopia, menatap langit. "Aku akan kembali Clove." kataku dan langsung semuanya berubah menjadi gelap. Aku sudah sampai ditempat ini. Dimana ditempat ini adalah tempat yang sudah dijanjikan Clove. Seperti tempat kencan yang 1000x lebih indah. Clove muncul dengan tiba-tiba. Diriku sudah bersih dan aku tidak merasakan apa-apa lagi. Clove tampak mempesona didepanku. Tersenyum dan langsung memelukku. Aku membalas pelukkannya dengan saat erat. "Clove, akhirnya kita memiliki hidup yang lebih baik diatas sini. Kita akhirnya pulang dan aku menepati janjimu." kataku sambil tersenyum. "Jangan takut lagi Cato. Kau dan aku akan selalu bersama." kata Clove. "Aku menyayangimu Clove." kataku dengan wajah berseri-seri. "Begitu pula dengan diriku." katanya sambil menggenggam tanganku.

No comments:

Post a Comment