Katniss
Pada akhirnya aku terbangun. Badanku rasanya remuk sekali. Aku pasti sudah mati. Gale berubah menjadi psikopat mengerikan. Aku sudah tidak ingat lagi berapa lama aku pingsan. Tubuhku kemarin habis dipukuli olehnya. Darah mengalir keluar terus menerus. Oh Gale. Gale sahabat lamaku yang sekarang berubah menjadi Mutt pembunuh. Pikirannya dibajak Capitol. Presiden tidak mati! Dia hanya pura-pura mati! Aku tidak menyangka ternyata pengorbananku terhadap pemberontak sangatlah sia-sia. Kekejaman itu pun berlanjut lagi. Aku tetaplah sang Mocking Jay. Presiden Snow menginginkan darahku. Seharusnya Gale langsung membunuhku saja dan tidak perlu membuatku sekarat seperti ini. Ini pasti sudah menjadi rencananya. Mulai dari memperlihatkan Lavender tayangan Hunger Games ke 74, mematahkan busur dan anak panah tuaku yang sudah menjadi sahabatku, sampai memukulku habis-habisan dan menculikku ke Distrik 2. Aku ingat kemarin saat Prim membantu untuk menyelamatkanku tetapi Prim sangat lemah dan Gale menjadi semakin kuat. Aku ingat rasanya di seret-seret, lalu aku melihat jejakku di tanah dengan tetesan darah. Rasa sakit yang merajalela. Jujur, yang aku inginkan hanyalah mati. Aku tidak tahu bagaimana nasib Lavender dan Peeta sekarang. Prim pasti kejang-kejang dan memberitahukan kepada seluruh distrik 13 bahwa aku sudah mati. Kemarin memang aku terlihat seperti orang mati. Mataku tertutup dan seakan-akan aku tidak bernapas. Pada saat Prim membantuku, aku ingin sekali berteriak. Tetapi lebih baik aku diam saja agar Gale tidak semakin membuatku menderita. Aku tidak ingin mengingat kejadian kemarin, tetapi tidak bisa. Otakku sudah merekam segalanya. Dari Gale menyekapku sampai mengurungku di suatu ruangan di Distrik 13, Gale mengancam nyawa Lavender dan seluruh rakyat Panem bila aku tidak ikut dengannya. Lebih baik aku yang mati daripada anakku, suamiku, dan seluruh rakyat Panem.
Aku di Distrik 2 sekarang. Aku dapat mengetahuinya karena Gale tak henti-hentinya berbicara mengenai tempat ini, Gale menjadi seorang pemuja Presiden Snow. Aku tidak menyangka. Aku dikurung di salah satu rumah penduduk. Disini gelap, pengap dan tidak ada suara apa-apa selain jantungku yang sedang meloncat-loncat. "Kau sudah bangun Sweet Heart?" kata Gale yang memecah keheningan. Tatapannya yang mengerikan dan pisau di tangannya sudah terpaku kepadaku. Gale langsung meludahiku. Amarahku semakin menjadi-jadi. Aku tidak bisa berteriak. Bila aku seorang super hero, aku bisa menjamin bahwa tatapanku sekarang dapat mengeluarkan api. Tapi itu tidak mungkin. Bila aku memiliki kekuatan telepati, aku rasa pisau di tangannya Gale sudah menancap di jantungnya. Aku ingin dia mati.
Tiba-tiba sekelompok orang dari Distrik 2 datang bersama Snow yang mengerikan itu. Bau darah dan mawar busuk itu pun kembali menghantui hidungku yang sudah 14 tahun hilang dari hidupku. Tapi ternyata permainan itu terulang kembali. Bahkan menjadi semakin buruk.
"Hello Mocking Jay." sapa Snow kepadaku. Tatapanku langsung terpaku tepat di kedua bola matanya yang sedingin es. Aku membalas tatapannya dengan mataku yang sepanas api. Dia sekarang sangat tua, bila aku sudah memegang busur dan anak panahku sekarang, aku jamin dia sudah mati. Sayang saja busur dan anak panahku sudah dipatahkan Gale. Aku tidak dapat hidup tanpa busur dan anak panahku yang sudah menjadi sahabatku selama bertahun-tahun. "Kami akan membajak pikiranmu. Tenang saja. Tidak sakit kok. Silahkan tanya pada Gale. Gale sudah merasakannya." katanya sambil tersenyum. "KAU KATNISS MELLARK AKAN MENGABDI KEPADAKU!" dengan berteriak tepat didepan wajahku. Aku tetap membawa berry Night Lock. Tapi itu berada dikantung celanaku! Aku tidak dapat mengambilnya. Tanganku diikat mati. Night Lock sekarang penyelamatku dan tali yang terikat mati di tanganku adalah pembunuhku. Lebih baik aku mati 10000000 kali dari pada harus menjadi jahat dan bersatu dengan Capitol. Aku ingin mati. Akhirnya aku berpikir dengan amat keras secepat mungkin. Hanya ada satu jalan untuk mati.
Bersambung......
*COPY PASTE? PASTIKAN KALIAN MENGKREDIT DAN MENULISKAN PENCIPTANYA!*
No comments:
Post a Comment