Friday, April 6, 2012

Breath Taking, Chapter 7 (A Fan Fiction Of The Hunger Games; Mocking Jay) Written by Stella M.N (@INDHungerGames)

Peeta
Akibat semua kejadian kemarin dan mimpi buruk Lavender, aku sengaja mengajak Lavender untuk pergi ke hutan dan membawa perlengkapan melukis kami. Lavender sangat tertarik dengan alam, sama seperti ibunya. Tadinya aku mau mengajak Katniss, namun Katniss ada urusan dengan yang lain. Jadi hanya aku dan Lavender yang pergi ke hutan. Dia tidak pernah kehutan bersamaku. Jadi hari ini akan ku buat menjadi hari yang indah untuknya. Lavender langsung mengambil busur dan panah dari sela-sela pohon. Persis seperti apa yang Katniss lakukan sebelum dia berburu. Lavender sudah memiliki 4 jenis busur yang besarnya berbeda-beda. 3 busur itu semuanya Katniss yang berikan pada hari ulang tahunnya. Sedangkan aku memberikan peralatan melukis yang lengkap untuk Lavender. Aku dan Katniss sepakat untuk mengembangkan bakat-bakatnya.

"Lavender! Objek lukis apa sayang?" kataku dengan tersenyum melihat dirinya kesulitan membawa busur, anak panah dan kotak cat dengan kedua tangannya. "Aku ingin sekali melukis burung Mocking Jay." kata Lavender. Aku terdiam sejenak. Membuat keheningan meliputi kami berdua. Mocking Jay. Itu adalah simbol pemberontakan ibunya. Ini semua salah Gale. Pikiran anakku sudah dirusak karena tontonan itu. Lavender menyadari bahwa aku sempat kaget mendengar kata-kata Mocking Jay. "Ah tidak usah sepertinya. Terlalu sulit." kata Lavender. Aku tau itu hanya sebagai alasan. Lavender tidak mau membuat kedua orang tuanya tersiksa. Apalagi setelah dia menonton Hunger Games. Aku hanya bisa mengangguk. Aku masih kaget dan tidak dapat mencerna. 

Aku bersandar di pohon di dekat dengannya. Aku ingin membuatnya bahagia jadi aku mengambil sedikit cat dan langsung mengolesinya ke pipi Lavender. Lavender kaget dan langsung tertawa. "Aku balas ya!" kata Lavender yang sudah mengambil cat lalu berlari ke arahku. Dia mengejarku dengan wajah berseri-seri dan pada akhirnya wajah kami berdua penuh dengan cat-cat. Kami bersenang-senang sekali hari ini. Sayang, Katniss tidak ikut. Pasti ini akan membuatnya bahagia dan mengurangi tekanan yang ada dipikirannya. Kami berguling-guling dipadang rumput, berputar-putar bersama dan mengambil bunga-bunga lalu kami rakit menjadi mahkota. Kami membuat 3. Satu untukku, satu untuknya, dan satu untuk Katniss. 

Matahari sudah hampir terbenam. Warna kesukaanku pun menghiasi langit yang cerah. "Yuk kita pulang Lavender. Dad yakin Mom akan cemas." kataku sambil mengajaknya dan langsung membereskan kotak-kotak cat. Kami kembali ke distrik 13 dengan wajah gembira, tidak sabar untuk menceritakan apa yang telah kami lakukan hari ini pada Katniss.

Tiba-tiba Prim berlari mendatangi kami sambil berlari dan menangis. "KATNISS DI CULIK GALE! GALE MEMAKSA AGAR KATNISS HARUS IKUT DENGAN DIA! ATAU.... ATAU LAVENDER AKAN DIBUNUHNYA! AKU TADI MELIHAT KATNISS DISERET GALE BERDARAH-DARAH! AKU MAU MEMBANTUNYA TAPI GALE MENCEGAHKU DENGAN KUAT!"

Aku diam mematung. Tatapanku kosong. Pikiranku memikirkan hal-hal mengerikan. Gale membunuh Katniss. Tidak mungkin. Aku tidak bisa memikirkan apa-apa sampai segalanya berubah menjadi hitam.

Bersambung........

*COPY PASTE? PASTIKAN KALIAN MENGKREDIT DAN MENULISKAN PENCIPTANYA*

No comments:

Post a Comment